Wednesday, April 15, 2026

Tetaplah Hidup

 

Di usia dua puluh tujuh, hidup mulai terasa seperti sinema yang dulu ditonton dari layar kaca. Kini, karakternya menjelma nyata. Terlihat siapa yang berkuasa, siapa yang tak pernah benar, namun semuanya seakan dipaksa untuk tetap bertahan dalam cerita yang tak mereka pilih. karena ia tak pernah benar-benar kembali menyapa, bahkan melihat mata, walau saling terlintas.

Di dalam alur yang terus berjalan itu, satu per satu kehidupan menunjukkan ketidakadilanya. Ada yang ingin bekerja, ada yang lelah dan ingin berhenti, dan ada pula yang tetap bertahan meski tak pernah benar-benar diberi pilihan.

Pukul dua malam, suara jarum jam terdengar lebih jelas, seakan mengetuk sesuatu di dalam kepala. Ia mengingatkan bahwa segala sesuatu ada batasnya. Pikiran menjadi semakin ramai, dan detik demi detik tengah malam itu membawa kematian lebih mendekat. dan ia tetap mencoba bertahan meski tak pernah benar-benar diberi pilihan.

Di saat yang sama, jauh dari di sudut Pontianak, ada cerita-cerita yang bahkan lebih sunyi. Cerita tentang kebenaran yang disamarkan, dan luka atas perbuatan yang tak pernah benar-benar dijelaskan. Seseorang menuliskan sebuah lagu di malam yang tak pernah ia inginkan. lagu yang mungkin menjadi satu-satunya upaya untuk menghapus dosa masa lalunya. Namun, lagunya berhenti. Begitu pula dirinya.

Dari jarak yang jauh dan dari garis yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, aku hanya bisa menatapnya dalam diam. Doa-doa kuhantarkan tanpa suara. Meski menyakitkan untuk dikenang, tetap kusampaikan. dan semoga Tuhan mendengarnya.

Dan perlahan, semuanya terasa saling terhubung. Bahwa mungkin, tanpa disadari, kita semua sedang berdiri di titik yang sama. tetap bertahan—tetap berjalan, meski semakin melelahkan. Sebab di balik semua ini, ada janji bahwa Tuhan akan menempatkan di tempat yang lebih baik, di kehidupan setelah ini, dengan sungai mengalir di bawah kasur yang legah. meskipun waktu itu sangat panjang.

Maka jika tulisan ini sampai kepadamu—di mana pun kamu berada hari ini. Tetaplah hidup.

No comments:

Post a Comment